welcome to my ancient blog

seluruh postingan ini bersumber dari google searching yg tersedia di layanan internet dan juga milik masing2 pemilik..saya hanya menambahkan dan menshare ke blog ini saja

Selasa, 03 Agustus 2010

The Year of Living Dangerously Film Mel Gibson yg berlatar belakang sejarah indonesia ..tapi sayang film ini di larang keras beredar di indonesia....



The Year of Living Dangerously adalah film drama romantik buatan Australia yang menceritakan kisah petualangan seorang wartawan Australia yang ditugaskan meliput situasi di Jakarta/Indonesia pada tahun 1965, sebelum hingga saat G30S. Karya layar lebar ini didasarkan pada novel Peter Koch berjudul sama dan disutradarai oleh Peter Weir, berkewarganegaraan Australia, dan dirilis pada tahun 1982.

Film ini dibintangi oleh artis-artis terkenal seperti Mel Gibson (sebagai Guy Hamilton), Sigourney Weaver (sebagai Jill Bryant), dan Linda Hunt (sebagai Billy Kwan). Melalui perannya di film inilah Mel Gibson terangkat namanya di panggung sinema dunia. Aktris Linda Hunt, yang berperan sebagai kontak Guy Hamilton, dianugerahi penghargaan untuk Aktris Pendukung Terbaik pada Perayaan Academy Award tahun 1983. Ini adalah Piala Oscar pertama yang diberikan kepada pemain yang berperan alih kelamin karena Linda Hunt memerankan tokoh pria. Peran Sukarno dilakonkan oleh Mike Emperio.

Pembuatan film ini dilakukan di Filipina, setelah sebelumnya pernohonan untuk syuting di Indonesia tidak dikabulkan...tapi gw salut sama sutradarabya meskipun di lakukan di filipina smua sketsa gedung,orang2nya bahasanya,kebudayaanya,sampe ke becak2nya..smua asli seperti di indonesia..pokonya hampir smua kehidupan rakayat indonesia pd tahun2 yg sedang terjadi persis di gambarakan di film ini

Judul film, The Year of Living Dangerously, merujuk pada judul pidato kenegaraan Presiden Soekarno tanggal 17 Agustus 1964, "Tahun Vivere Pericoloso", yang dikenal dengan singkatan TAVIP. Ungkapan bahasa Italia vivere pericoloso berarti "hidup dalam situasi berbahaya". Oleh pemerintahan Orde Baru film ini dilarang beredar di Indonesia karena dianggap menggambarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan sejarah. Di dalam film ini terdapat adegan penembakan massal yang dilakukan oleh sepasukan tentara berbaret merah. Larangan ini dicabut pada tahun 1999, setelah rezim Orde Baru berakhir...hmmm indonesia bisanya menutup nutupi sejarah....sebenarnya yg di tembak itu adalag orang2 yg di curigai sebagai simpatisan PKI

1 komentar:

  1. hmm asli mantapp gw saluttt ma sutradaranya seolah2 dia paham banget sama kehidupan rakyat di indonesia....meskipun film ini bersifat drama...tidak full action..tapi gw mrasa ada kebanggaan tersendiri ketika menonoton ini film sendirian di kamar gw...hehehe...

    BalasHapus